Silabus Logika Informatika

Mata kuliah  : Logika Informatika
Kode              : PTI 4101
SKS                : 3 sks
Semester       : I
Prasyarat       : –
Program Studi            : Pendidikan Teknologi Informasi
Standar kompetensi  : Memahami, menguasai dan mengembangkan kemampuan penalaran tentang argumen-argumen berdasarkan hukum logika yang berlaku.

Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah ini membahas mengenai konsep dasar penyelesaian permasalahan logika informatika yang menjadi dasar dalam logika pemrograman. Metode yang sistematis dalam berpikir (reasoning) digunakan untuk mengurangi tindakan menebak dalam menghadapi, memperjelas kaidah matematika dan menyelesaikan suatu masalah guna menghasilkan cara berpikir rasional dan deduksi.

Pokok Bahasan:
1. Pengantar Logika Informatika
2. Pengantar Logika Proposisional
3. Tabel Kebenaran
4. Proposisi Majemuk
5. Tautology
6. Ekuivalensi Logis
7. Penyederhanaan Ekspresi Logika
8. Strategi Pembalikan
9. Tablo Semantic
10. Pengantar Logika Predikat
11. Komponen Sintaktik
12. Kuantor Universal dan eksistensial

Daftar Bacaan :
1. F. Soesianto dan Djoni Dwijono, Logika matematika untuk ilmu komputer, 2006, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
2. Suprapto, Logika Informatika, 2003, Gava Media, Yogyakarta

Posted in catatan, Logika Informatika | Tagged , , | Leave a comment

Silabus Mata Kuliah Statistika

Mata Kuliah         : Statistika
Kode /Prodi        : EBI 3302  / Perbankan Syariah
SKS                      : 3
Semester             : III
Standar Kompetensi   : Memahami dan menguasai serta mengimplementasikan konsep dasar statistika sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang efektif

Deskripsi Mata Kuliah:
1. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah umum dan wajib bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
2. Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dasar-dasar statistika termasuk didalamnya bagaimana cara pengumpulan data, menyajikan data dengan baik, menyusun dan mengkelompokkan data, mengukur pemusatan data, ukuran keseragaman data, angka indeks untuk diterapkan dalam kasus-kasus ekonomi dan bisnis.

Pokok Bahasan

1. Pengantar Statistik
2. Pengolahan dan Penyajian Data
3. Distribusi Frekuensi
4. Nilai Pusat
5. Ukuran Dispersi
6. Angka Indeks
7. Analisis Data Berkala

Referensi:

1. J. Supranto. 2009. Statistik: Teori dan Aplikasi. Erlangga. Jakarta.
2. Suharyadi dan Purwanto. 2010. Statistika: Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Salemba Empat Jakarta.

Posted in Kuliah, statistika | Tagged , | Leave a comment

Bijak Menggunakan Media Sosial

Interaksi sesama manusia saat ini ini semakin canggih seiring dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Fenomena interaksi tersebut adalah  dunia WhatsApp dan sejenisnya. Orang tidak mengenal waktu dalam menggunakan WhatsApp. Hal ini juga terjadi bagi pengguna BBM, Twitter, Facebook dan aplikasi media sosial lainnya. Bagi mereka yang tidak menggunakan aplikasi media sosial tersebut boleh dikatakan sebagai orang-orang ketinggalan zaman.

WhatsApp (WA) adalah aplikasi pesan untuk smartphone tanpa harus membayar biaya SMS, karena WA menggunakan paket data internet yang sama untuk kebutuhan email, browsing web dan lain-lain. Pengguna WA dapat membuat grup, saling berkirim gambar, audio dan video dalam jumlah yang tidak terbatas. Grup-grup tersebut telah menjadi komunitas dimana mereka membentuk interaksi sosial baru yang sangat cepat, mudah dan tanpa mengenal waktu.

Dilihat dari sisi kelebihan, aplikasi-aplikasi media sosial saat ini sangat banyak mengandung manfaat. Setiap orang akan mudah berkomunikasi tanpa ada kendala dimanapun ia berada, kecuali jika ada gangguan-gangguan. Informasi aktual akan mudah tersebar dalam waktu yang sangat singkat. Setiap orang seolah-olah sedang berinteraksi langsung walaupun secara fisik tidak berdekatan.

Interaksi ber-WA juga dapat menggambarkan sisi dan karakter lain dalam perilaku manusia. Sebagai contoh, isu yang biasa akan menjadi luar biasa dan  menjadi dahsyat. Suatu berita lama dengan mudah di bagikan dalam waktu yang singkat dimana seolah-olah berita tersebut adalah berita baru.  Orang pun sangat mudah terpancing emosi akibat isu dan berita tersebut dan membalasnya dengan komentar-komentar negatif. Selanjutnya dengan gampang terjadinya provokasi dan itu dinikmati oleh pelaku dan penerima tanpa ada sikap kritis.

Banyak perilaku dalam menggunakan aplikasi media sosial yang kurang baik. Sebagai contoh ada orang-orang yang hampir 24 jam menggunakan aplikasi media sosial. Malam yang seharusnya digunakan sebagai waktu istirahat tapi masih melakukan sesuatu di jejaring sosial. Jika boleh dikatakan jutaan atau milyaran manusia di bumi ini ketika jaga/bangun dari tidur yang dibuka adalah smartphonenya dan langsung memberikan status di media sosial, sebelum kegiatan lain dilakukan. Sudah saatnya mereka bijak dalam menggunakan sosial media. Bijak dalam waktu dan efektif menggunakan aplikasi media sosial.

Apapun smartphone dan aplikasi-aplikasi didalamnya, dibelakang alat itu pemakai utamanya adalah manusia. Alat itu diciptakan sebagai media atau sarana bukan sebagai tujuan. Manusia sebagai pemakai harus dapat mengendalikan alat.  Manusia harus mengambil jarak dan menggunakan WA dan aplikasi media sosial lain secara bijak.

Islam telah mengajarkan adab dan tingkah laku dalam interaksi sesama manusia, termasuk dalam interaksi di jejaring media sosial. Adab mengajarkan kepantasan, mana yang baik dan buruk, patut dan tidak patut. Hifzul-lisan dan hifzul-kitabah juga berlaku dalam interaksi dalam media sosial. Jangan berlebihan dalam menggunakan media sosial, sehingga tiada batas jam dan keadaan. Seorang muslim wajib mengedapankan adab dan prilaku ihsan dalam menggunakan media sosial.

Rujukan:
Suara Muhammadiyah Online

Posted in catatan, dakwah | Tagged , | Leave a comment

Tips Agar Iman selalu Kokoh

Dalam sejarah Islam, diceritakan ada beberapa sahabat Rasulullah SAW yang rela melakukan pengorbanan dalam permulaan lahir dan hadirnya Islam. Pertama, ada Bilal bin Rabbah, seorang budak dari Abu Sofyan. Sesaat setelah Bilal bin Rabbah memeluk Islam, ia disiksa oleh majikannya, tetapi Bilal tetap tidak mau berpindah dari agama yang telah diyakininya walaupun dia harus disiksa ditengah padang pasir dengan dihimpit batu yang panas dan besar.

Kemudian, sahabat Rasulullah yang bernama Abu Dujanah. Seorang mujahid yang belum lama masuk Islam. Dia merelakan dirinya menjadi tameng tubuh Rasulullah ketika dihujani panah oleh orang-orang Musyrik dalam perang Uhud. Dia pun syahid bersimbah darah dalam pangkuan Rasulullah dengan tubuh yang tertutup anak panah yang menancap dalam tubuhnya. Dan masih banyak lagi peristiwa yang menunjukkan pengorbanan oleh sahabat Rasulullah SAW yang lain dalam permulaan lahir dan hadirnya Islam di Mekkah dan Madinah.

Mereka adalah contoh dari orang-orang yang pada awalnya tidak mengenal Islam bahkan ada yang membenci Islam. Namun setelah mengenal, mengerti dan memahami Islam, mereka secara total memperbaiki diri mereka sendiri. Menjadikan Islam sebagai pandangan dan gaya hidup sehingga seluruh aktifitas senantiasa cerminan dari Islam itu sendiri.

Sekarang kita bertanya pada diri kita sendiri? Apakah keimanan kita telah kokoh dan aman dari berbagai badaai godaan atau masih lemah dan rapuh sehingga sewaktu-waktu dapat kandas terbawa arus zaman dan budaya?  Apa yang harus kita lakukan agar iman menjadi kokoh dan kuat seperti yang dimiliki oleh sahabat Rasulullah SAW?

Ada beberapa hal yang harus dikerjakan agar iman kita selalu kokoh diantaranya:
1. Selalu beribadah kepada Allah SWT
Keimanan yang ada dalam diri kita harus senantiasa dijaga dan dipelihara dengan cara selalu melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dimanapun dan bagaimana pun keadaan kita.
Sebagaiman disebutkan dalam QS Al-Baqarah ayat 21

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

2. Berzikir kepada Allah SWT
Dalam setiap gerak dan langkah, hati kita harus selalu diisi dengan zikir kepada Allah SWT. Zikir disini bukan hanya sibuk melafadkan dengan lisan tetapi segala pekerjaan, tindakan dan aktifitas harus disandarkan dan didasarkan pada hukum-hukum Allah SWT. Sehingga aktifitas dan tindakan kita tidak akan menyimpang atau berseberangan dengan Al-Quran. Allah berfirman dalam QS Al-Jumuah ayat 10

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

3. Menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak berguna
Salah satu hal yang harus dikerjakan agar iman kita selalu stabil adalah selalu menganalisa segala apa yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga membawa manfaat dan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang lain atau sebaliknya. Perhatikan firman Allah dalam QS Al-Mu’minun ayat 3

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”

Posted in catatan, dakwah | Tagged , , , | Leave a comment

Kejarlah setiap Keinginan-mu

Setiap orang memiliki keinginan. Suatu keinginan jika dikelola dengan baik, maka keinginan tersebut akan menimbulkan sebuah inspirasi, motivasi yang tinggi bagi seseorang dalam melakukan setiap aktivitas demi meraih keinginan tersebut.

Setiap kita harus ingat, bahwa semua keinginan manusia tidak akan terpenuhi semuanya, karena itu sudah menjadi hukum alam. Hal tersebut menunjukkan adanya keterbatasan kita sebagai manusia dan kekuasaan Allah yang bersifat mutlak.

Muncul pertanyaan, apa yang terjadi bila keinginan kita yang belum tercapai kemudian menjadikan kita putus asa, menyesali nasib atau merasa menjadi orang yang paling rugi di dunia ini.

Dalam Al-Quran, Allah Swt berfirman QS. Al-Baqarah ayat 216:

“ Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa agar kita selalu menata hati. Sebagi manusia tentunya tidak semua keinginan kita akan terpenuhi semua dan harus merasakan kegagalan dalam hidup ini. Akan tetapi kegagalan hidup harus dijadikan sebagai sebuah pengalaman yang baru dan berharga untuk dapat kembali bangkit, berdiri dan berlari mengejar ketertinggalan.

Suatu ketika dalam perang Uhud, pasukan Rasulullah dapat dikalahkan oleh kaum musyrikin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kejadian ini dijadikan pelajaran dan pengalaman oleh para sahabat  Rasulullah bahwa komando Rasulullah yang telah dilanggar ternyata akan dapat berakibat buruk bagi kaum muslimin. Dari pengalaman tersebut, disetiap peperangan pasukan muslimin selalu satu komando dan kompak dalam satu gerakan.

Jika hasil dari suatu kerja tidak sesuai target, maka tidaklah selalu itu disebut dengan kegagalan. Tapi cobalah dipelajari dan analisa mungkin itu hanya bagian dari proses menuju keberhasilan.

Berkenaan dengan ini Allah Swt berfirman dalam QS. Ar-Raad ayat 11:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Apabila kegagalan kita jadikan sebagai guru maka kegagalan akan menjadi pintu untuk kesuksesan. Akan tetapi, jika sebuah kegagalan menjadi sebab bagi kita untuk berputus asa dari rahmat Allah, maka hal tersebut akan menambah murka Allah Swt terhadap kita.

Karena Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 55-56:

“Mereka menjawab: ‘Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”
“Ibrahim berkata: ‘Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.”

Terakhir jadikan setiap kegagalan dalam hidup ini menjadi sarana untuk berintrospeksi diri terhadap segala kelebihan dan kekurangan kita. Ambil hikmah dan pelajaran dari sebuah kegagalan untuk menjadi cambuk kedepan agar lebih sukses dari hari ini.

Posted in catatan, dakwah | Tagged , , | Leave a comment