Pemahaman Dasar Object Oriented

Pemahaman Dasar Object Oriented

  1. Obyek

Obyek, baik yang konkret maupun konseptual selalu ada di sekeliling kita. Obyek-obyek inilah yang membentuk dunia kita sehari-hari. Orang akan melihat mobil lebih sebagai obyek dibanding serangkaian proses yang membentuk mobil.

Sebuah obyek memiliki keadaan sesaat (state) dan perilaku (behaviour). State sebuah obyek adalah kondisi obyek tersebut yang dinyatakan dalam attribute/properties. Sedangkan perilaku suatu obyek mendefinisikan bagaimana sebuah obyek bertindak/beraksidan memberikan reaksi. Perilaku sebuah obyek dinyatakan dalam operation.

Obyek adalah contoh/instance dari sebuah class. Beberapa obyek yang mempunyai attribute dan operation yang akan membentuk class.

  1. Abstraksi

Abstraksi bertujuan untuk memfilter properties dan operation pada suatu obyek, sehingga hanya tinggal properties dan operation yang dibutuhkan saja.

Sebagai contoh pada kasus obyek TV. Ketika kita membuat program komputer untuk mengatur vlume suara, perubahan channel dan pengaturan kontras, kita mungkin harus membuang attribute nomor seri karena tidak terlalu berguna. Akan tetapi ketika kita akan menelusuri transaksi penjualan TV, maka kita butuh nomor seri dari setiap TV yang terjual.

  1. Inheritance

Seperti yang sudah diuraikan diatas, obyek adalah contoh/instance dari sebuah class. Hal ini mempunyai konsekuensi yang penting yaitu sebagai instance seuah class, sebuah obyek mempunyai semua karakteristik dai classnya. Inilah yang disebut dengan inheritance (pewarisan sifat).

  1. Polimorphisme

Kadangkala class yang berbeda mempunyai nama operation yang berbeda. Sebagai contoh operation ‘buka’ bisa dipakai untuk membuka pintu, membuka jendela, membuka buku, membuka seminar dan lain-lain. Meski kedengarannya sama, sebenarnya apa yang dilakukan berbeda. Konsep inilah yag disebut dengan polimorphisme.

  1. Encapsulation

Encapsulation sering disebut dengan penyembunyian informasi (information hiding). Konsep ini sebenarnya didasari pada fakta di dunia nyata bahwa tidak semua hal perlu diperlihatkan.

Sebagai contoh untuk memperbesar volume suara pada TV kita hanya perlu menekan satu tombol tertentu saja. Kita tidak perlu tahu bagaimana proses dibelakang itu semua sehingga suara TV bisa sesuai dengan yang kita harapkan.

Rujukan:

Munawar, (2005). Pemodelan Visual dengan UML, Penerbit Graha Ilmu.

 

 

 

This entry was posted in Kuliah, Pemodelan Sistem Informasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s