Tahapan Membuat Diagram ER

Berikut beberapa langkah bagaimana tahapan dalam membuat Diagram E-R.
1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entity yang terlibat dalam sistem
database tersebut.

Sebagaimana telah dijelaskan diawal, bahwa entity merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dengan mudah dari suatu sistem database, bisa berupa objek, orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan disimpan. Dari sekian banyak kemungkinan entity yang ada, anda harus memilah-milah entity mana saja yang sesuai dan mampu mengakomodasi kebutuhan sistem yang akan dirancang.

Misalnya dalam ruang lingkup perkuliahan, ada banyak entity yang mungkin,
misalnya entity mahasiswa, matakuliah, dosen, asistensi, jadwal, jurusan dan lain sebagainya. Namun dalam ruang lingkup perkuliahan sederhana, anda dapat menggunakan tiga entity saja, yaitu entity mahasiswa, dosen dan matakuliah.
Proses menentukan entity ini memang agak sulit tapi akan menjadi mudah apabila diserta latihan dengan berbagai macam kasus database.

2. Menentukan attribute-attribute atau field dari masing-masing entity beserta
kunci (key)-nya.

Menentukan attribute dari suatu entity sangat menentukan baik atau tidaknya sistem database yang dirancang, karena attribute ini sangat menentukan nantinya dalam proses relasi. Attribute merupakan ciri khas yang melekat pada suatu entity.

Misalnya, seperti pada tulisan sebelumnya, attribute pada mahasiswa dapat berupa nobp, nama, tempat lahir, tanggal lahir, alamat, nama orang tua, pekerjaan orang tua dan lain-lain. Dari sekian banyak kemungkinan attribute yang ada pada entity mahasiswa, anda dapat menggunakan hanya yang perlu saja. Setelah menentukan attributenya selanjutnya adalah menentukan field kunci. Field kunci adalah penanda entity tersebut sehingga bisa digunakan untuk relasi nantinya dan field kunci ini harus bersifat unik.

Misalnya pada entity mahasiswa, attribute nobp bisa dijadikan field kunci, karena bersifat unik dan tidak ada mahasiswa yang mempunyai nobp sama.

3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan-himpunan entity yang ada beserta kunci tamu (foreign key)-nya.

Setelah menentukan entity dan attribute beserta field kuncinya, maka selanjutnya adalah menentukan entity yang terbentuk akibat adanya relasi antar entity.

Misalnya antara entity mahasiswa dengan entity dosen, terjadi suatu hubungan proses mengajar, maka proses mengajar ini merupakan entity baru. Entity mengajar ini harus anda tentukan juga attribute yang melekat padanya beserta kunci tamu (foreign key). Kunci tamu adalah field kunci utama pada tabel lain, dan field tersebut digunakan juga pada tabel yang satu lagi. Misalnya nobp adalah field kunci dari entity mahasiswa, pada entity mengajar terdapat juga attribute NoBP, maka keberadaan attribute nobp pada entity mengajar disebut sebagai kunci tamu. Proses menentukan hubungan antar entity juga sangat menentukan kualitas sistem database yang dirancang.

4. Menentukan derajat relasi untuk setiap himpunan relasi.

Setelah semua entity dan attribute yang dibutuhkan terbentuk, maka selanjutnya adalah menentukan derajat relasi antar entity tersebut, apakah satu kesatu, satu ke banyak atau sebaliknya, atau banyak ke banyak. Berhati-hatilah dalam menentukan derajat relasi ini, karena nantinya akan berhubungan dengan proses query terhadap data.

Rujukan:
Yuhefizar. (2007). Memahami Konsep Database. Diakses pada Desember, 2011 di http://subkioke.files.wordpress.com/2010/01/bab-ii-memahami-konsep-database.pdf

 

 

 

This entry was posted in Basis Data I, Kuliah and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s