Selfie, Manfaat atau Mudharat?

selfieApa itu selfie. Selfie adalah aktivitas memotret diri sendiri dengan perangkat elektronik. Pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diungguh ke situs web media sosial.

Dr Mariann Hardey, seorang pengajar media sosial di Durham University mengatakan selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke media sosial atau media lainnya, seperti dikutip oleh Guardian (14/07).

Hardey juga mengatakan bahwa orang yang sering memamerkan foto-foto selfie tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat ‘bernilai’ lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.

Dr Taufik Fuadi Abidin SSi MTech, akademisi Unsyiah mengatakan, risiko yang timbul dari perilaku selfie di lokasi ekstrem dan riskan seperti di pantai, puncak gunung dan lain-lain, sama seperti seseorang sedang mengetik layanan pesan singkat (sms) saat berkendara. Saat ini orang yang berselfie tidak menyadari akan keamanan saat berselfie. Ketika selfie, seseorang tak mampu membagi perhatiannya kepada kamera dan situasi di sekitarnya secara bersamaan.

Dr. Taufik juga mengatakan setiap orang dengan mudah berbagi hal yang disukainya dengan biaya murah. Namun, hal tersebut akan menjadi masalah jika tanpa edukasi. Masyarakat harus diedukasi bahwa aksi selfie tidak dilarang. Jika ingin melakukan selfie, pelaku selfie harus menguasai keadaan di sekitarnya sebelum mengabadikan momen itu, lanjut Dr. Taufik Fuadi Abidin.

Sejarah Selfie

Menurut sejarah, Selfie atau self-portrait dilakukan pertama kali oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839. Kemudian di era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan selfie dan hal tersebut tercatat sebagai selfie kedua dalam sejarah.

Kini di era revolusi digital sekarang menjadi satu hal yang umum dengan aksi selfie yang sering dijumpai di tempat-tempat umum. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat teknologi komunikasi yang canggih seperti smartphone, phablet dan tablet dengan fitur kamera depan dan belakang yang beresolusi tinggi dengan harga cukup terjangkau.

Fenomena ini juga didukung oleh perkembangan internet di dunia dan hadirnya aplikasi media sosial sehingga foto-foto selfie lebih sering beredar di dunia maya dan bahkan dijadikan cover atau profile picture seseorang dalam akun media sosial mereka.

Kasus-kasus Selfie

Ada beberapa kasus ketidak hati-hatian dalam ber-selfie. Bulan Mei 2015, seorang mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21) terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi. Pria ini terjatuh setelah melakukan foto selfie di bekas puncak Garuda. Eri diduga jatuh akibat tebing pijakan di kaki kanannya runtuh. Di pertengahan april 2016, dua wanita dan satu pria menjadi korban akibat dihempas gelombang saat berselfie atas bebatuan tepi pantai. Kejadian ini terjadi di Pantai Pasie Saka, Desa Jemphek, Kecamatan Sampoiniet Aceh Jaya. Diduga, korban tidak mengetahui akan adanya gelombang dibelakang mereka.

Jadi, untuk Anda yang ingin melakukan selfie diwajibkan untuk berhati-hati apalagi jika lokasi cukup ekstrim dan riskan. Sebelum melaksanakan selfie, terlebih dahulu kita harus menguasai keadaan di sekitarnya dan menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi apabila terjadi keadaan yang berbahaya.

Sumber: aceh.tribunnews.com dan merdeka.com

This entry was posted in TULISAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s