Mengamalkan AlQuran

Allah SWT berfirman di dalam QS.Al-Baqarah ayat 185

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Dari ayat ini jelas Allah menyatakan bahwa fungsi Al-Quran adalah petunjuk kehidupan manusia agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika sesorang ingin hidupnya bahagia maka patuhi dan ikutilah Al-Quran.

Fungsi Al-Quran adalah sebagai obat atau penawar sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 82.
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Dan juga Alguran juga berfungsi sebagai obat bagi hati yang sedang resah, gundah dan sakit, QS. Yunus ayat 57.
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Dari ayat ini juga tersirat bahwa Al-Quran tidak hanya menjadi hati manusia secara personal, tapi juga menjadi obat hatinya masyarakat secara sosial yang sedang sakit. Contoh masyarakat Arab sebelum Al-Quran diturunkan dan pasca diturunkan selama 23 tahun.

Ada beberapa indikator keakraban kita dengan Al-Quran:
– Sisi kepemilikan Al-Quran; apakah kita sudah memiliki Al-Quran?
– Sudahkan Al-Quran yang dimiliki itu dipegang; sebagai pajangan atau dijadikan sebagai benda keramat yang disucikan
– Sudahkah kita membuka atau membaca Al-Quran
– Berapa waktu yang disediakan untuk membaca Al-Quran
– Apakah sudah kita mengkaji, mendalami dan memahami isi kandungan nilai-nilai ajaran Al-Quran
– Terakhir, jika nilai-nilai ajaran Al-Quran di internalisasi ke dalam diri dan sebagai landasan segala amal perbuatan kita.

Untuk mengakrabkan diri kita dengan Al-Quran tidaklah mudah. Bahkan pada masa Rasulullah Saw banyak yang menjauhi Al-Quran seperti yang dijelaskan dalam QS Al-Furqan ayat 30.

“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan’.”

Untuk itu, kita harus terus semangat dalam mengakrabkan diri dengan Al-Quran.

This entry was posted in catatan, dakwah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s