Kejarlah setiap Keinginan-mu

Setiap orang memiliki keinginan. Suatu keinginan jika dikelola dengan baik, maka keinginan tersebut akan menimbulkan sebuah inspirasi, motivasi yang tinggi bagi seseorang dalam melakukan setiap aktivitas demi meraih keinginan tersebut.

Setiap kita harus ingat, bahwa semua keinginan manusia tidak akan terpenuhi semuanya, karena itu sudah menjadi hukum alam. Hal tersebut menunjukkan adanya keterbatasan kita sebagai manusia dan kekuasaan Allah yang bersifat mutlak.

Muncul pertanyaan, apa yang terjadi bila keinginan kita yang belum tercapai kemudian menjadikan kita putus asa, menyesali nasib atau merasa menjadi orang yang paling rugi di dunia ini.

Dalam Al-Quran, Allah Swt berfirman QS. Al-Baqarah ayat 216:

“ Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa agar kita selalu menata hati. Sebagi manusia tentunya tidak semua keinginan kita akan terpenuhi semua dan harus merasakan kegagalan dalam hidup ini. Akan tetapi kegagalan hidup harus dijadikan sebagai sebuah pengalaman yang baru dan berharga untuk dapat kembali bangkit, berdiri dan berlari mengejar ketertinggalan.

Suatu ketika dalam perang Uhud, pasukan Rasulullah dapat dikalahkan oleh kaum musyrikin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kejadian ini dijadikan pelajaran dan pengalaman oleh para sahabat  Rasulullah bahwa komando Rasulullah yang telah dilanggar ternyata akan dapat berakibat buruk bagi kaum muslimin. Dari pengalaman tersebut, disetiap peperangan pasukan muslimin selalu satu komando dan kompak dalam satu gerakan.

Jika hasil dari suatu kerja tidak sesuai target, maka tidaklah selalu itu disebut dengan kegagalan. Tapi cobalah dipelajari dan analisa mungkin itu hanya bagian dari proses menuju keberhasilan.

Berkenaan dengan ini Allah Swt berfirman dalam QS. Ar-Raad ayat 11:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Apabila kegagalan kita jadikan sebagai guru maka kegagalan akan menjadi pintu untuk kesuksesan. Akan tetapi, jika sebuah kegagalan menjadi sebab bagi kita untuk berputus asa dari rahmat Allah, maka hal tersebut akan menambah murka Allah Swt terhadap kita.

Karena Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 55-56:

“Mereka menjawab: ‘Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”
“Ibrahim berkata: ‘Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.”

Terakhir jadikan setiap kegagalan dalam hidup ini menjadi sarana untuk berintrospeksi diri terhadap segala kelebihan dan kekurangan kita. Ambil hikmah dan pelajaran dari sebuah kegagalan untuk menjadi cambuk kedepan agar lebih sukses dari hari ini.

This entry was posted in catatan, dakwah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s