Tips Agar Iman selalu Kokoh

Dalam sejarah Islam, diceritakan ada beberapa sahabat Rasulullah SAW yang rela melakukan pengorbanan dalam permulaan lahir dan hadirnya Islam. Pertama, ada Bilal bin Rabbah, seorang budak dari Abu Sofyan. Sesaat setelah Bilal bin Rabbah memeluk Islam, ia disiksa oleh majikannya, tetapi Bilal tetap tidak mau berpindah dari agama yang telah diyakininya walaupun dia harus disiksa ditengah padang pasir dengan dihimpit batu yang panas dan besar.

Kemudian, sahabat Rasulullah yang bernama Abu Dujanah. Seorang mujahid yang belum lama masuk Islam. Dia merelakan dirinya menjadi tameng tubuh Rasulullah ketika dihujani panah oleh orang-orang Musyrik dalam perang Uhud. Dia pun syahid bersimbah darah dalam pangkuan Rasulullah dengan tubuh yang tertutup anak panah yang menancap dalam tubuhnya. Dan masih banyak lagi peristiwa yang menunjukkan pengorbanan oleh sahabat Rasulullah SAW yang lain dalam permulaan lahir dan hadirnya Islam di Mekkah dan Madinah.

Mereka adalah contoh dari orang-orang yang pada awalnya tidak mengenal Islam bahkan ada yang membenci Islam. Namun setelah mengenal, mengerti dan memahami Islam, mereka secara total memperbaiki diri mereka sendiri. Menjadikan Islam sebagai pandangan dan gaya hidup sehingga seluruh aktifitas senantiasa cerminan dari Islam itu sendiri.

Sekarang kita bertanya pada diri kita sendiri? Apakah keimanan kita telah kokoh dan aman dari berbagai badaai godaan atau masih lemah dan rapuh sehingga sewaktu-waktu dapat kandas terbawa arus zaman dan budaya?  Apa yang harus kita lakukan agar iman menjadi kokoh dan kuat seperti yang dimiliki oleh sahabat Rasulullah SAW?

Ada beberapa hal yang harus dikerjakan agar iman kita selalu kokoh diantaranya:
1. Selalu beribadah kepada Allah SWT
Keimanan yang ada dalam diri kita harus senantiasa dijaga dan dipelihara dengan cara selalu melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dimanapun dan bagaimana pun keadaan kita.
Sebagaiman disebutkan dalam QS Al-Baqarah ayat 21

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”

2. Berzikir kepada Allah SWT
Dalam setiap gerak dan langkah, hati kita harus selalu diisi dengan zikir kepada Allah SWT. Zikir disini bukan hanya sibuk melafadkan dengan lisan tetapi segala pekerjaan, tindakan dan aktifitas harus disandarkan dan didasarkan pada hukum-hukum Allah SWT. Sehingga aktifitas dan tindakan kita tidak akan menyimpang atau berseberangan dengan Al-Quran. Allah berfirman dalam QS Al-Jumuah ayat 10

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

3. Menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak berguna
Salah satu hal yang harus dikerjakan agar iman kita selalu stabil adalah selalu menganalisa segala apa yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga membawa manfaat dan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang lain atau sebaliknya. Perhatikan firman Allah dalam QS Al-Mu’minun ayat 3

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”

This entry was posted in catatan, dakwah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s