Bijak Menggunakan Media Sosial

Interaksi sesama manusia saat ini ini semakin canggih seiring dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Fenomena interaksi tersebut adalah  dunia WhatsApp dan sejenisnya. Orang tidak mengenal waktu dalam menggunakan WhatsApp. Hal ini juga terjadi bagi pengguna BBM, Twitter, Facebook dan aplikasi media sosial lainnya. Bagi mereka yang tidak menggunakan aplikasi media sosial tersebut boleh dikatakan sebagai orang-orang ketinggalan zaman.

WhatsApp (WA) adalah aplikasi pesan untuk smartphone tanpa harus membayar biaya SMS, karena WA menggunakan paket data internet yang sama untuk kebutuhan email, browsing web dan lain-lain. Pengguna WA dapat membuat grup, saling berkirim gambar, audio dan video dalam jumlah yang tidak terbatas. Grup-grup tersebut telah menjadi komunitas dimana mereka membentuk interaksi sosial baru yang sangat cepat, mudah dan tanpa mengenal waktu.

Dilihat dari sisi kelebihan, aplikasi-aplikasi media sosial saat ini sangat banyak mengandung manfaat. Setiap orang akan mudah berkomunikasi tanpa ada kendala dimanapun ia berada, kecuali jika ada gangguan-gangguan. Informasi aktual akan mudah tersebar dalam waktu yang sangat singkat. Setiap orang seolah-olah sedang berinteraksi langsung walaupun secara fisik tidak berdekatan.

Interaksi ber-WA juga dapat menggambarkan sisi dan karakter lain dalam perilaku manusia. Sebagai contoh, isu yang biasa akan menjadi luar biasa dan  menjadi dahsyat. Suatu berita lama dengan mudah di bagikan dalam waktu yang singkat dimana seolah-olah berita tersebut adalah berita baru.  Orang pun sangat mudah terpancing emosi akibat isu dan berita tersebut dan membalasnya dengan komentar-komentar negatif. Selanjutnya dengan gampang terjadinya provokasi dan itu dinikmati oleh pelaku dan penerima tanpa ada sikap kritis.

Banyak perilaku dalam menggunakan aplikasi media sosial yang kurang baik. Sebagai contoh ada orang-orang yang hampir 24 jam menggunakan aplikasi media sosial. Malam yang seharusnya digunakan sebagai waktu istirahat tapi masih melakukan sesuatu di jejaring sosial. Jika boleh dikatakan jutaan atau milyaran manusia di bumi ini ketika jaga/bangun dari tidur yang dibuka adalah smartphonenya dan langsung memberikan status di media sosial, sebelum kegiatan lain dilakukan. Sudah saatnya mereka bijak dalam menggunakan sosial media. Bijak dalam waktu dan efektif menggunakan aplikasi media sosial.

Apapun smartphone dan aplikasi-aplikasi didalamnya, dibelakang alat itu pemakai utamanya adalah manusia. Alat itu diciptakan sebagai media atau sarana bukan sebagai tujuan. Manusia sebagai pemakai harus dapat mengendalikan alat.  Manusia harus mengambil jarak dan menggunakan WA dan aplikasi media sosial lain secara bijak.

Islam telah mengajarkan adab dan tingkah laku dalam interaksi sesama manusia, termasuk dalam interaksi di jejaring media sosial. Adab mengajarkan kepantasan, mana yang baik dan buruk, patut dan tidak patut. Hifzul-lisan dan hifzul-kitabah juga berlaku dalam interaksi dalam media sosial. Jangan berlebihan dalam menggunakan media sosial, sehingga tiada batas jam dan keadaan. Seorang muslim wajib mengedapankan adab dan prilaku ihsan dalam menggunakan media sosial.

Rujukan:
Suara Muhammadiyah Online

This entry was posted in catatan, dakwah and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s